Pembagian Kasta dalam Masyarakat Hindu
Dalam agama Hindu, tidak ada sistem kasta, yang ada adalah ajaran catur warna. Namun sejak abad ke-14, tatanan masyarakat diubah dari warna ke kasta.
Pembagian kasta dalam masyarakat hindu berasal dari himpunan hukum Manu. yaitu kisah manusia pertama yang diciptakan oleh Brahma. Manu memiliki empat susunan, yaitu: mulut, lengan, paha, dan kaki.
Penafsiran tentang susunan Manu, ialah bahwa kemasyarakatan harus merupakan kesatuan yang terdiri dari empat warna/lapisan, yaitu:
- Kasta Brahmana sebagai perlambang mulut ialah golongan para ahli agama dan ilmu pengetahuan. Golongan ini paling dihormati dan biasanya menjadi penasehat raja.
- Kasta Ksatria sebagai perlambang lengan ialah golongan ningrat dan para prajurit. Golongan inilah yang memegang kekuasaan dan menjalankan pemerintahan.
- Kasta Waisya sebagai perlambang paha ialah golongan pengusaha, pedagang, dan petani. Mereka merupakan golongan yang berusaha, mengeluarkan keringat untuk menghasilkan perbekalan yang diperlukan oleh semua golongan.
- Kasta Sudra sebagai perlambang kaki terdiri atas orang-orang dravida yang masuk kedalam masyarakat aria dan berkedudukan sebagai hamba sahaya.
Empat tingkat kehidupan dalam masyarakat hindu
Bagi setia porang dari kasta-kasta atas, harus menempuh empat tingkat kehidupan sepanjang usianya, yaitu:- Bramacharya ialah masa belajar agama dan mendalaminya, yang ditutup dengan upacara upanayama. Mendapatkan tanda suci untuk menentukan kastanya. Dalam tingkatan tersebut seseorang disebut brahmacharin
- Grihastha ialah masa berumah tangga dan memikul kewajiban untuk memelihara rumah tangga dan keluarga. Dalam tingkatan tersebut seseorang disebut grihamedin
- Vanaprastha ialah masa sesudah berusia tua dan meyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa dengan jalan mengasingkan diri dan bertapa. Dalam tingkatan tersebut seseorang disebut vanvasin
- Sanyasa ialah masa memperoleh ilmu tinggi dalam pertapaan lalu menyerahkan diri untuk mengajar dan mengembara sebagai fakir. Dalam tingkat tersebut seseorang disebut sanyasin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar